KARTU66- Gelaran Olimpiade Paris 2024 sebentar lagi akan dimulai, Kawula Muda.
Sayangnya, menuju event empat tahun sekali ini diwarnai aksi rasis dari sang tuan rumah sendiri, yakni Prancis.
Menteri Olahraga Prancis, Amelie Oudea-Castera mengeluarkan pernyataan pelarangan penggunaan jilbab untuk atlet tuan rumah selama Olimpiade Paris 2024 berlangsung.
Pernyataan Amelie tersebut dilayangkan pada September 2023 silam. Lalu, kembali naik karena mendapat kecaman keras dari sejumlah pihak menjelang dimulainya olimpiade
"Kami setuju dengan keputusan sistem peradilan baru-baru ini yang juga dinyatakan dengan jelas oleh Perdana Menteri, yang mendukung sekularisme ketat dalam olahraga. Ini berarti pelarangan segala bentuk prosetilisme (dakwah), netralitas mutlak dalam sektor publik. Ini berarti bahwa anggota delegasi kami, dalam tim olahraga kami, tidak akan mengenakan jilbab," ujar Amelie saat mengisi acara Sunday In Politics, seperti dikutip dari Reuters, Juamat (19/7/2024).
Sementara itu, Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee) atau IOC segera memastikan para atlet tetap dapat mengenakan jilbab di wisma atlet Olimpiade Paris 2024. Aturan yang berlaku di wisma atlet tetap berpegang pada IOC.
"Untuk wisma atlet, aturan IOC berlaku. Tidak ada batasan dalam mengenakan jilbab atau pakaian keagamaan atau budaya lainnya," kata juru bicara IOC kepada Reuters.
No comments:
Post a Comment